Hindari 9 Kesalahan Umum dalam Manajemen Risiko yang Dapat Merugikan Bisnis

Risk Management Mar 17, 2025

Manajemen risiko memiliki peran yang krusial dalam menentukan keberlangsungan bisnis. Maka dari itu, diperlukan strategi yang tepat serta hindari kesalahan umum dalam manajemen risiko agar tidak menimbulkan potensi kerugian finansial maupun menurunkan reputasi bisnis.

Kesalahan dalam manajemen risiko bisa saja terjadi dalam berbagai macam bentuk mulai dari meremehkan dampak risiko, tidak menetapkan tujuan yang jelas hingga bias konfirmasi.

Untuk mengetahui apa saja kesalahan umum yang biasa terjadi dalam manajemen risiko dan bagaimana solusinya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

9 Kesalahan Umum dalam Manajemen Risiko dan Solusi Mengatasinya

Manajemen risiko memegang peran penting dalam memastikan keberhasilan dan kelangsungan bisnis. Namun sayangnya, masih banyak organisasi atau perusahaan yang sering melakukan kesalahan dalam pengelolaan manajemen risiko. 

Berikut ini 10 kesalahan yang umum dilakukan dalam manajemen risiko:

1. Tidak Mengidentifikasi Semua Risiko

Kesalahan umum pertama yang kerap dilakukan dalam manajemen risiko adalah tidak mengidentifikasi risiko secara keseluruhan. Banyak organisasi yang yanga fokus pada risiko yang terlihat saja sehingga mengabaikan potensi risiko lain yang lebih tersembunyi.

Solusi: Organisasi perlu melakukan analisis risiko secara menyeluruh dengan menggandeng semua departemen. Analisis risiko bisa dilakukan dengan berbagai metode mulai dari brainstorming, analisis SWOT atau bisa juga dengan konsultasi dengan ahli.

2. Pemahaman Tentang Risiko yang Kurang

Banyak organisasi yang gagal karena ketidakpahaman akan risiko yang sedang dihadapi. Organisasi terlalu meremehkan atau tidak menyadari akan adanya potensi risiko tertentu. Hal ini karena kurangnya pemahaman akan cara mengidentifikasi risiko dengan benar.

Solusi: Organisasi perlu memberikan pemahaman dasar-dasar manajemen risiko kepada semua tingkatan karyawan. Caranya dengan melakukan edukasi dan pelatihan tentang cara mengidentifikasi risiko, menilai dan cara mengelolanya.

3. Tidak Memiliki Rencana Mitigasi Risiko

Kesalahan umum dalam manajemen risiko yang selanjutnya adalah ketidaksiapan organisasi dalam menghadapi situasi darurat. Hal ini bisa terjadi jika organisasi tidak memiliki rencana mitigasi risiko untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi.

Solusi: Organisasi perlu membuat dan mendokumentasikan rencana mitigasi risiko untuk setiap potensi risiko yang diidentifikasi. Selain itu, pastikan rencana mitigasi risiko selalu diperbarui secara berkala sesuai dengan kebutuhan organisasi.

4. Mengabaikan Risiko Operasional

Risiko organisasi bisa berasal dari mana saja termasuk dari operasional. Banyak organisasi yang masih mengabaikan risiko operasional karena dianggap tidak terlalu penting jika dibandingkan dengan risiko strategis atau risiko finansial.

Solusi: Organisasi perlu melakukan identifikasi terhadap semua potensi risiko baik risiko strategis, finansial maupun operasional. Selanjutnya evaluasi risiko operasional dengan serius dan pastikan ada kebijakan dan prosedur yang tepat untuk mengelolanya.

5. Tidak Menggandeng Semua Pihak

Manajemen risiko dapat berjalan dengan baik jika ada keterlibatan pada seluruh tindakan karyawan. Sayangnya, masih banyak organisasi yang menganggap bahwa manajemen risiko merupakan tanggungjawab departemen tertentu saja sehingga tidak melibatkan semua pihak dalam proses identifikasi dan pengelolaannya.

Solusi: Jalin komunikasi terbuka kepada seluruh tingkatan karyawan agar semua pihak dapat proaktif dalam mengidentifikasi setiap potensi risiko yang mungkin muncul. Dengan begitu, akan lebih mudah menerapkan manajemen risiko yang baik di dalam organisasi.

6. Tidak Memantau Risiko secara Berkala

Manajemen risiko perlu dievaluasi secara berkala karena potensi risiko dapat berubah seiring berjalannya waktu. Apa yang dulu tidak diidentifikasi sebagai ancaman, bisa jadi sekarang sudah berubah menjadi ancaman yang serius.

Solusi: Organisasi harus melakukan pemantauan risiko secara berkala dan melakukan pembaruan rencana mitigasi risiko yang sesuai dengan perubahan tersebut.

7. Kurangnya Alat untuk Mengelola Manajemen Risiko

Untuk mengelola manajemen risiko dengan baik, diperlukan alat atau teknologi yang bisa membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko. Namun sayangnya, masih banyak organisasi yang hanya mengandalkan metode manual sehingga pengelolaan risiko menjadi kurang maksimal.

Solusi: Mulai gunakan teknologi untuk memaksimalkan pengelolaan manajemen risiko seperti penggunaan software manajemen risiko. Alat ini dalam membantu mempermudah proses identifikasi, analisis dan pemantauan risiko.

8. Tidak Melakukan Pelatihan dan Simulasi

Kesalahan umum dalam manajemen risiko yang selanjutnya adalah organisasi tidak melakukan pelatihan dan simulasi tentang pengelolaan manajemen risiko yang tepat. Tanpa edukasi, karyawan mungkin tidak akan bisa mengidentifikasi potensi risiko dan apa yang harus dilakukan jika risiko terjadi.

Solusi: Organisasi perlu melakukan pelatihan dan pendidikan tentang manajemen risiko kepada seluruh tingkatan karyawan. Lakukan juga simulasi scenario risiko supaya karyawan siap dan mampu menghadapi situasi darurat.

9. Tidak Mengukur Risiko

Pengukuran dan pelaporan risiko diperlukan untuk mengetahui seberapa besar dampak risiko terhadap organisasi. Tanpa melakukan pengukuran dan pelaporan yang tepat, dampak risiko akan sulit diprediksi.

Solusi: Sebaiknya mulai gunakan metrik yang jelas untuk membantu mengukur risiko serta membuat laporan rutin untuk pengelolaan manajemen risiko yang lebih tepat.

Hindari Kesalahan dalam Manajemen Risiko dengan Pelatihan Risk Management PasarTrainer

Manajemen risiko memiliki peran krusial dalam menentukan keberhasilan dan kelangsungan sebuah bisnis. Maka dari itu, pahami strategi pengelolaan risiko dengan tepat serta hindari kesalahan umum dalam manajemen risiko agar siap menghadapi tantangan dan ancaman yang mungkin timbul.

Hindari kesalahan dalam mengelola manajemen risiko dengan mengikuti Pelatihan Risk Management dari PasarTrainer dengan mengambil fokus pada Risk Based Internal Audit. Program ini dirancang untuk membantu organisasi bagaimana cara mengelola manajemen risiko dengan tepat agar siap menghadapi tantangan dan potensi risiko dalam menjalankan bisnis.


Referensi:

esgsolusi.id - 10 Kesalahan Umum dalam Manajemen Risiko dan Solusinya


sisi.id - 5 Kesalahan yang Biasa Terjadi pada Manajemen Risiko Perusahaan


crmsindonesia.org - 5 Kesalahan yang Sering Terjadi pada Manajemen Risiko Proyek

Tags

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.