Just-in-Time vs Just-in-Case: Ketahui Mana yang Lebih Baik untuk Supply Chain Management
Just-in-Time vs Just-in-Case, dua istilah dalam pengelolaan inventori manajemen ini kerap diperdebatkan akan mana yang lebih baik. Padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda dengan bentuk penerapan yang berbeda pula.
Lantas, jika demikian, kapan waktu yang ideal untuk menerapkan keduanya? Tantangan apa yang perlu diwaspadai perusahaan dalam penerapan tersebut?
Penjelasan berikut akan kupas secara lengkap seluruh jawabannya. Mari simak sampai akhir!
Definisi Just-in-Time vs Just-in-Case
Meskipun sama-sama populer di lingkup supply chain management, dua istilah ini memiliki perbedaan pengertian yang cukup signifikan.
Just-in-time (JIT) adalah sistem dalam manajemen persediaan yang diterapkan dengan memproduksi atau membeli barang hanya ketika dibutuhkan atau ketika ada permintaan konsumen.
Sistem ini kerap digunakan untuk menyeimbangkan efisiensi dalam biaya penyimpanan dan mengurangi risiko keusangan.
Sebaliknya, just-in-case (JIT) adalah sistem persediaan yang dilakukan dengan menyimpan stok cadangan sebagai antisipasi akan ketidakpastian permintaan konsumen dan adanya gangguan pasokan.
Fokus dari JIT di sini adalah penyimpanan persediaan tambahan untuk menghadapi risiko yang tak terduga. Di satu sisi, hal ini bisa meningkatkan ketahanan bisnis dan kepuasan pelanggan.
Keunggulan Just-in-Time vs Just-in-Case
Masing-masing dari JIT dan JIC memiliki sisi kelebihan dalam memperkuat strategi manajemen persediaan. Berikut penjelasannya.
Keunggulan Just-in-Time
Kurangi Biaya Penyimpanan
Lantaran hanya memproduksi barang sesuai dengan permintaan, JIT mampu mengurangi biaya penyimpanan dan pemborosan bahan baku.
Percepat Waktu Siklus Produksi
JIT juga mampu optimalisasi barang yang diproduksi sehingga bisa lebih cepat dalam mengatur alur dan waktu produksi.
Hindari Risiko Kerusakan dan Keusangan
Dengan sistem produksi yang menyesuaikan kebutuhan, metode just-in-time bisa membantu kita menghindari kerusakan dan keusangan produk karena disimpan terlalu lama.
Tingkatkan Efisiensi dan Fleksibilitas
Secara keseluruhan, sistem yang berlaku dalam JIT mampu meningkatkan efisiensi produksi dan merespons perubahan pasar dengan fleksibel.
Keunggulan Just-in-Case
1. Cegah Kekurangan Persediaan
Menggunakan sistem just-in-case memastikan perusahaan selalu memiliki persediaan produk. Oleh karenanya, perusahaan dapat mengantisipasi fluktuasi permintaan dan gangguan rantai pasok yang tak terduga.
2. Tingkatkan Manajemen Risiko
JIC bisa menjadi strategi ampuh dalam meningkatkan manajemen risiko. Dengan pemenuhan persediaan yang aman, kita bisa menghindar dari berbagai kemungkinan buruk yang bisa berdampak pada kerugian perusahaan.
3. Bantu Stabilitas Operasional Sehari-Hari
Ketika perusahaan sudah menyiapkan cadangan produk, stabilitas operasional sehari-hari tidak akan terganggu. Perusahaan akan lebih siap dalam menghadapi fluktuasi dan gangguan karena stok sudah tersedia.
4. Cegah Kehilangan Pelanggan
Tak dapat dipungkiri, kehilangan pelanggan adalah mimpi buruk bagi semua perusahaan. Hal ini dapat dihindari ketika kita menerapkan safety stock dengan sistem JIC.
Kita akan lebih sigap dalam menghadapi pesanan pelanggan yang bisa datang sewaktu-waktu. Tentunya, tanpa harus membiarkan mereka menunggu dalam jangka waktu lama.
Tantangan Penerapan Just-in-Time vs Just-in-Case
Walaupun memiliki beberapa kelebihan, penerapan JIT dan JIC juga memiliki tantangan tersendiri. Apa sajakah tantangan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak.
Tantangan dalam Just-in-Time
Tantangan utama dalam penerapan JIT adalah fluktuasi permintaan dari pelanggan yang tak dapat dikendalikan. Kelancaran sistem JIT bisa terganggu bila permintaan pasar tiba-tiba berubah secara drastis.
Perlu dilakukan perencanaan yang matang dalam persediaan bahan baku agar permintaan tetap bisa diakomodir dengan tanggap. Selain itu, JIT juga membutuhkan investasi cukup besar untuk sistem manajemen berbasis teknologi tinggi.
Sistem ini berguna untuk mengelola aliran bahan baku agar lebih efisien. Pada awalnya, bebas investasi ini mungkin akan sangat besar, tetapi juga bisa mengurangi biaya lainnya seiring berjalannya waktu.
Tantangan dalam Just-in-Case
Dalam hal penerapan JIC, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi perusahaan. Tantangan ini meliputi potensi pemborosan, biaya penyimpanan, dan ketidakpastian permintaan.
Seluruh tantangan tersebut perlu dikelola dengan baik dengan cara mengembangan sistem yang efisien. Sistem ini harus bisa mengidentifikasi kapan tepatnya stok produk perlu ditambah serta bagaimana cara agar rotasi persediaan tetap berjalan lancar.
Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan Just-in-Time vs Just-in-Case?
Setelah mengetahui perbedaan dari sistem JIT dan JIC, kini timbul pertanyaan kapan tepatnya kita bisa menggunakan kedua sistem tersebut?
Idealnya, JIT bisa diterapkan oleh perusahaan yang memiliki budaya koordinasi yang baik dengan pemasok. Kemampuan tersebut akan membantu perusahaan memprediksi permintaan secara akurat dan menjaga stabilitas rantai pasokan.
Di sisi lain, penerapan JIC dikatakan cocok bagi perusahaan yang memiliki fluktuasi permintaan tinggi. Serta, pada perusahaan yang infrastrukturnya terbatas. Dengan kondisi tersebut, memastikan stok persediaan aman akan meningkatkan ketahanan bisnis dan kepuasan pelanggan.
Tingkatkan Manajemen Logistik dengan Pelatihan dari PasarTrainer!
Bekerja di bidang pengelolaan rantai pasok atau supply chain mengharuskan kita untuk bisa beradaptasi dengan berbagai kemungkinan permintaan yang terjadi. Salah satu tantangan tersulitnya adalah menentukan mana yang lebih baik antara sistem just-in-time vs just-in-case.
Atasi tantangan berat tersebut dengan mengikuti pelatihan Improvement of Logistics dari PasarTrainer. Sebagai live training terbesar di Indonesia, PasarTrainer juga sediakan pelatihan lengkap bersama trainer profesional untuk solusi efektif supply chain management.
Dapatkan informasi pelatihan selengkapnya di sini!
Referensi:
mile.app - Mengenal apa itu Just in Time dan Just in Case dalam Supply Chain Managementwww.asdf.id - Just in Case Inventory adalah (JIC): Arti, Cara Kerja, Strategi Optimasi
industri.teknik.unimma.ac.id - Penerapan Just-In-Time Pada Sistem Produksi Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasi
www.bizhare.id - Just in Time
www.hashmicro.com - Pentingnya Just in Time Inventory untuk Bisnis