Mengenal Apa Itu Depresiasi Aset dan Cara Menghitungnya
Bagi kita yang berkecimpung dalam dunia keuangan dan akuntansi bisnis pasti sudah tidak asing dengan istilah depresiasi aset. Konsep ini memiliki peran penting dalam akuntansi karena membantu memastikan biaya perolehan aset tetap dapat dialokasikan secara wajar selama penggunaannya.
Seiring berjalannya waktu, nilai aset akan menurun atau menyusun karena berbagai faktor. Dengan melakukan depresiasi, perusahaan bisa mengelola aset secara lebih efektif sehingga membantu pengelolaan keuangan arus kas bisnis dengan lebih bijak.
Lalu, apa sebenarnya depresiasi aset dan bagaimana cara menghitungnya? Simak informasi lengkapnya berikut ini:
Apa Itu Depresiasi Aset?
Depresiasi aset merupakan penurunan nilai aset tetap secara bertahap yang terjadi seiring berjalannya waktu. Depresiasi bisa terjadi karena beberapa faktor seperti penggunaan, keusangan dan kemajuan teknologi termasuk inflasi dan perubahan penawaran dan permintaan.
Dalam dunia akuntansi, depresiasi diartikan sebagai praktik mengalokasikan biaya atau anggaran untuk memperoleh aset dalam beban operasional selamanya usia aset masih sesuai standar untuk dimanfaatkan dalam aktivitas bisnis. Jadi, seiring waktu penggunaanya, kualitas dan performa kerjanya akan menurun dan nilai aset juga akan mengalami penyusutan.
Faktor yang Mempengaruhi Depresiasi Aset
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyusutan nilai aset. Berikut di antaranya:
1. Harga Pembelian Awal
Faktor pertama yang diperhatikan akuntan dalam menghitung depresiasi adalah biaya atau harga pembelian awal suatu aset. Seiring berjalannya waktu, aset akan mengalami penurunan fungsi yang dijadikan dasar dalam perhitungan depresiasi.
2. Nilai Residu
Faktor selanjutnya yang menjadi dasar perhitungan depresiasi adalah nilai akhir aset atau nilai residu. Biasanya perusahaan atau organisasi memiliki benchmark nilai residu yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan produksi.
3. Usia Manfaat
Depresiasi aset juga dipengaruhi oleh usia manfaat. Perlu diketahui bahwa aset yang berupa aktiva biasanya memiliki usia manfaat yang didasarkan pada efektivitas penggunaannya. Untuk menetapkan usia manfaat ini setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan tersendiri.
4. Pemakaian
Pemakaian aset sangat mempengaruhi penurunan dan penyusutan nilai fungsinya. Aset yang sering digunakan, nilai asetnya akan semakin mudah menurun.
Pentingnya Menghitung Depresiasi Aset
Menghitung depresiasi memiliki peran yang penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Berikutnya alasan kenapa perlu menghitung depresiasi dalam laporan keuangan perusahaan:
1. Memeriksa Harga Beli Aset
Dengan menghitung depresiasi, perusahaan bisa mengetahui nilai atau harga beli aset sebelum mengalami penurunan dan penyusutan nilai. Cara mengetahui harga ini dilakukan berdasarkan hak guna kerja dan hak kepemilikan aset. Selanjutnya hasil perhitungan akan digunakan dalam perhitungan beban operasional dan keuntungan perusahaan.
2. Memperoleh Data Keuntungan
Melakukan depresiasi termasuk dalam upaya untuk mendata keuntungan perusahaan. Dengan cara ini, informasi terkait keuntungan perusahaan bisa diperoleh secara akurat. Caranya dengan mencatat biaya-biaya yang dikeluarkan untuk aktiva serta modal c yang akan digunakan untuk penggantian aset.
3. Mengurangi Risiko Kerugian
Depresiasi aset juga bermanfaat untuk mengurangi risiko kerugian akibat ketidakoptimalan dalam memanfaatkan dan menggunakan aktiva. Melalui pengamatan mendalam, aset yang telah melebihi batas usia manfaat harus diganti untuk memastikan performa perusahaan.
4. Menyiapkan Modal Penggantian Aset
Dengan menghitung nilai depresiasi, perusahaan bisa mempersiapkan modal untuk pengadaan aset baru. Hasil perhitungan depresiasi yang akurat dapat digunakan perusahaan untuk menjadi acuan dalam pengadaan aset baru.
Cara Menghitung Depresiasi Aset
Untuk menghitung depresiasi secara akurat dan tepat, ada lima metode yang dapat kita gunakan. Berikut di antaranya:
1. Metode Garis Lurus
Cara menghitung depresiasi menggunakan metode garis lurus ini berdasarkan pada pendapat bahwa nilai aset akan berkurang secara linear dengan umur manfaatnya. Rumus menghitungnya sebagai berikut:
Depresiasi = (harga pengeluaran awal – nilai residu) : usia manfaat
2. Metode Aktivitas
Cara ini berdasarkan pada pandangan bahwa nilai suatu aset dapat mengalami penyusutan karena tingkat penggunaannya. Rumus menghitungnya sebagai berikut:
Depresiasi = (harga pengeluaran awal – nilai residu) x usia manfaat / usia produktif
3. Metode Beban Menurun
Untuk menghitung depresiasi aset menggunakan metode ini caranya adalah menggunakan pedoman total seluruh pendapatan per tahun serta penurunan saldo. Biasanya ditunjukkan dengan beban penyusutan lebih besar saat di awal dan akan mengalami penurunan pada periode selanjutnya. Rumus menghitungnya sebagai berikut:
Depresiasi = harga pengeluaran awal x persentase penyusutan nilai
4. Metode Saldo Menurun
Metode ini berdasarkan biaya penyusutan aset secara garis lurus tanpa nominal residu yang selanjutnya digandakan. Rumus menghitungnya sebagai berikut:
Depresiasi = (harga pengeluaran awal / usia manfaat) x 2
5. Metode Unit Produksi
Cara menghitung depresiasi aset menggunakan metode ini yaitu dengan membuat rincian hitungan jumlah aset menggunakan satuan waktu. Rumus menghitungnya sebagai berikut:
Depresiasi = (harga pengeluaran awal – nilai residu) x (pemanfaatan aset / usia manfaat)
Saatnya Kelola Keuangan Perusahaan dengan Lebih Bijak
Itulah pembahasan tentang depresiasi aset dan cara menghitungnya. Dengan menghitung depresiasi, kita bisa mengelola keuangan dan kas perusahaan dengan lebih baik sekaligus menjadi pedoman untuk pengelolaan penggunaan aset yang lebih optimal.
Masih bingung bagaimana pengelola keuangan perusahaan termasuk menghitung depresiasi dengan tepat? Ikut Pelatihan Finance, Tax & Accounting di PasarTrainer bisa jadi solusinya.
Dengan fokus pada pelatihan Basic Accounting & Understanding Financial Statements 2, program ini bisa membantu kita mengelola keuangan perusahaan dengan lebih tepat termasuk pengelolaan aset perusahaan dengan lebih optimal.
Referensi:
sahabat.pegadaian.co.id - Depresiasi Adalahwww.idscore.id - Apa yang Dimaksud Depresiasi Aset dan Cara Perhitungannya
pina.id - Apa itu Depresiasi Jenis Contoh dan Cara Menghitungnya