Mewujudkan Bebas Finansial Melalui Perencanaan yang Matang

Sebagai makhluk yang tidak selamanya produktif, manusia memiliki ancaman yang sama di masa depan yaitu sulit menjamin kehidupan yang makmur dan sejahtera di usia tuanya. Beberapa kelompok seperti para PNS dan pegawai pemerintahan sejenisnya mungkin mendapatkan jaminan hari tua yang baik, namun jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya yang harus memikul tanggung jawab kehidupannya secara mandiri.

Masyarakat umum biasanya melakukan kegiatan usaha untuk menunjang kehidupannya, namun seringkali usaha yang dijalankan berujung kegagalan karena tidak adanya perencanaan usaha yang matang sehingga mengakibatkan ketidakmampuan mereka dalam mengelola situasi kritis. Sementara itu, yang dimaksud dengan perencanaan usaha adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan usaha. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini dijelaskan mengenai perencanaan usaha yang berorientasi pada kebebasan finansial di masa depan.

Pengertian Perencanaan Usaha

Yang dimaksud dengan perencanaan usaha adalah dokumen yang mendefinisikan secara rinci tujuan perusahaan dan bagaimana rencananya untuk mencapai tujuannya. Rencana usaha menjabarkan peta perjalanan usaha secara tertulis untuk perusahaan dari sudut pandang yang luas mencakup kegiatan pemasaran, perencanaan dan analisis keuangan, serta kegiatan operasional. Baik startup maupun perusahaan yang telah mapan menggunakan perencanaan usaha yang matang untuk menjamin keberlanjutannya di masa depan. Idealnya, rencana tersebut ditinjau dan diperbarui secara berkala untuk mencerminkan tujuan yang telah dicapai atau telah diubah. Terkadang, rencana bisnis baru dibuat untuk bisnis yang telah mapan atau telah berhasil dengan perencanaan sebelumnya kemudian memutuskan untuk bergerak ke arah yang baru.

Tujuan Perencanaan Usaha

Yang dimaksud dengan tujuan perencanaan usaha adalah sesuatu hal di masa depan yang ingin diwujudkan oleh individu maupun perusahaan dalam skala yang lebih luas. Misalnya, untuk menjamin kebebasan finansial di hari tua, untuk meneruskan usaha yang telah ada sejak era lama, dan untuk mewujudkan keberlanjutan usaha di masa depan. Semakin matang perencanaan usaha yang dibuat, maka akan semakin memungkinkan dalam meraih tujuan yang telah ditetapkan.

Manfaat Perencanaan Usaha

Setelah memahami bahwa yang dimaksud dengan perencanaan usaha adalah kegiatan yang dilakukan untuk membantu mengartikulasikan strategi untuk memulai atau mengubah bisnis, maka Anda juga perlu memahami manfaat nyata dari suatu perencanaan usaha. Adapun manfaat perencanaan usaha adalah sebagai berikut:

1. Dapat memperjelas proses pengambilan keputusan mengenai aspek-aspek utama bisnis seperti investasi modal, sewa, sumber daya, dll.

2. Membantu menentukan target pasar dan target pelanggan, serta cara yang tepat untuk mempromosikan dan menempatkan produk / layanan perusahaan ke pasar / pelanggan ini.

3. Meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas perusahaan sehingga lebih mudah untuk mendapatkan kepercayaan dari para investor maupun pihak perbankan dalam urusan penambahan modal finansial.

4. Membantu mendatangkan bakat karyawan yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Alasannya karena setiap karyawan tentu ingin memahami visi, cara kerja perusahaan untuk mewujudkan visinya, dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam peran mereka masing-masing.

5. Menjadi alat referensi untuk menjaga bisnis tetap pada jalurnya dengan target penjualan dan tonggak operasional. Ketika digunakan dengan benar dan dikonsultasikan secara teratur, ini dapat membantu mengukur dan mengelola area fokus prioritas suatu kegiatan usaha.

Elemen Perencanaan Usaha

Setiap bidang usaha tentunya memiliki perencanaan yang berbeda-beda meskipun terkadang ada sedikit kesamaan pada banyak jenis bidang usaha. Apalagi jika mengingat bahwa yang dimaksud dengan perencanaan usaha adalah langkah dasar untuk menjalankan aktivitas perusahaan secara jelas dan terarah. Berikut ini adalah elemen perencanaan usaha yang harus dibentuk secara matang.

1. Ringkasan eksekutif

Bagian ini menguraikan perusahaan dan mencakup pernyataan misi bersama dengan informasi apa pun tentang kepemimpinan, karyawan, operasi, dan lokasi perusahaan.

2. Penentuan produk dan layanan

Di sini, perusahaan dapat menguraikan produk dan layanan yang akan ditawarkannya, dan mungkin juga mencakup harga, masa pakai produk, dan manfaat bagi konsumen. Faktor lain yang mungkin masuk ke bagian ini termasuk proses produksi dan manufaktur, paten apa pun yang mungkin dimiliki perusahaan, serta teknologi hak milik. Informasi tentang penelitian dan pengembangan (R&D) juga dapat disertakan di sini.

3. Analisis pasar

Perusahaan membutuhkan pegangan yang baik pada industrinya serta target pasarnya. Bagian rencana ini akan merinci persaingan perusahaan dan bagaimana perusahaan cocok dalam industri, bersama dengan kekuatan dan kelemahan relatifnya. Ini juga akan menggambarkan permintaan konsumen yang diharapkan untuk produk atau layanan perusahaan dan seberapa mudah atau sulitnya merebut pangsa pasar dari pemain lama.

4. Menentukan strategi pemasaran

Bagian ini menjelaskan bagaimana perusahaan akan menarik dan mempertahankan basis pelanggannya dan bagaimana perusahaan akan menjangkau konsumen. Saluran distribusi yang jelas harus diuraikan. Bagian ini juga menjabarkan rencana kampanye periklanan dan pemasaran serta jenis media yang akan digunakan kampanye tersebut.

5. Melakukan perencanaan keuangan

Bagian ini harus mencakup perencanaan dan proyeksi keuangan perusahaan. Laporan keuangan, neraca, dan informasi keuangan lainnya dapat dimasukkan untuk bisnis yang sudah mapan. Bisnis baru akan mencakup target dan perkiraan untuk beberapa tahun pertama ditambah deskripsi calon investor.

6. Kegiatan anggaran

Setiap perusahaan perlu memiliki anggaran. Bagian ini harus mencakup biaya yang terkait dengan kepegawaian, pengembangan, manufaktur, pemasaran, dan biaya lain yang terkait dengan bisnis.

Cara Untuk Mematangkan Perencanaan Usaha

Ketika sebuah perencanaan usaha telah selesai dibuat oleh individu maupun kelompok usaha, maka tugas selanjutnya yang wajib dilakukan adalah mematangkan perencanaan usaha. Hal ini sangat penting dan vital karena yang dimaksud dengan perencanaan usaha adalah kegiatan untuk menjamin keberlanjutan perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, perlu berbagai kegiatan tambahan yang dapat mendukung perusahaan dalam mematangkan kegiatan usahanya seperti:

1. Rutin melakukan evaluasi aktivitas usaha

2. Rutin melakukan analisa pasar dan persaingan usaha

3. Rutin melakukan penelitian dan pengembangan bidang usaha

4. Memahami dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan tentang dunia usaha yang berlaku

5. Melibatkan karyawan dalam proses perencanaan usaha selanjutnya.

Kesimpulan

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan perencanaan adalah salah satu cara untuk menjamin kelangsungan hidup dan keberlanjutan perusahaan, maka tugas kita selanjutnya adalah membuat perencanaan yang matang dan melaksanakannya secara disiplin agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Semakin matang perencanaan yang dibuat, maka akan semakin dekat pula dengan kesuksesan usaha dan kebebasan finansial di masa depan.

Referensi:

Banning, D. (2020). The Top 5 Benefits of Having a Business Plan. Business Agility Pty Ltd. Diakses dari:

https://www.businessagility.net.au/post/the-top-5-benefits-of-having-a-business-plan

Bisnis Jasa. (2020). Perencanaan Bisnis Secara Matang. Diakses dari: https://www.bisnisjasa.id/2017/03/perencanaan-bisnis-secara-matang.html

Hayes, A. (2022). Business Plan: What It Is, What's Included, and How To Write One. Investopedia. Diakses dari:

https://www.investopedia.com/terms/b/business-plan.asp

Mekari. (2023). Contoh Rencana Bisnis Beserta Tujuan dan Komponen. Jurnal Entrepreneur. Diakses dari: https://www.jurnal.id/id/blog/contoh-rencana-bisnis-sbc/

Natalia. (2020). Bagaimana Membuat Perencanaan Usaha yang Efektif? Accurate. Diakses dari: https://accurate.id/bisnis-ukm/membuat-perencanaan-usaha/