Waterfall Method: Kelebihan dan Kekurangannya untuk Manajemen Proyek

Kesuksesan sebuah proyek didukung oleh penerapan metode yang efektif dan efisien. Waterfall method sebagai salah satu metode yang kerap dipakai oleh manajer proyek disebut-sebut memiliki kualifikasi tersebut.

Berbagai industri, termasuk konstruksi, IT, dan pengembangan perangkat lunak adalah sebagian dari banyaknya industri yang telah memanfaatkan metode ini. Lalu, seperti apa penerapannya? Mari cari tahu melalui rangkaian informasi di artikel berikut!

Apa Itu Waterfall Method?

Selayaknya sebuah air terjun, metode waterfall adalah pendekatan dalam manajemen proyek yang dilakukan secara berurutan dan mengalir. Proyek akan dibagi ke dalam fase yang berbeda dan tiap fase akan dimulai jika fase sebelumnya telah selesai.

Menurut sejarah awalnya, metode ini pertama kali digunakan dalam industri konstruksi. Dalam industri ini, pembangunan suatu bagian perlu diselesaikan dulu jika ingin melanjutkan pembangunan ke bagian lainnya. Karenanya, metode ini dikatakan sangat cocok untuk mendukung jalannya proyek.

Seiring berjalannya waktu, penggunaan metode ini telah diadaptasi ke banyak industri lain. Beberapa di antaranya dalam bidang pengembangan aplikasi web dan sistem informasi untuk manajemen inventaris. 

Tahapan Penerapan Waterfall Method

Secara umum, ada enam tahap yang harus dilalui dalam penerapan model waterfall sebagai metode manajemen proyek, yaitu:

1. Perencanaan Awal

Pada tahap awal ini, tim akan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk keberhasilan proyek. Mulai dari perencanaan sumber daya, penugasan anggota tim, hingga penyusunan dokumen persyaratan proyek.

Tahap ini punya peranan terpenting karena akan menentukan kelancaran tahapan selanjutnya.

2. Perancangan

Beralih ke langkah selanjutnya, tahap ini meliputi perancangan struktur dan spesifikasi sistem. Dalam contoh kasus pengembangan perangkat lunak, tahap ini berkaitan dengan penentuan jenis perangkat keras serta bahasa pemrograman seperti apa yang akan digunakan.

3. Implementasi

Berdasarkan pada dokumen dan rancangan yang didapat dari langkah sebelumnya, di tahap ketiga ini tim akan mulai memproses pengembangan sistem secara penuh.

4. Pengujian

Pada tahap pengujian, tim pengembang akan memberikan proyek kepada tim pengujian. Proses ini dilakukan untuk menguji kualitas dan mencari kekurangan yang perlu diperbaiki. 

5. Penyerahan

Tahap penyerahan merupakan tahap di mana hasil akhir dari suatu proyek diberikan ke pengguna akhir. 

6. Pemeliharaan

Di tahap pemeliharaan, kita akan memastikan sistem berfungsi dengan baik setelah dioperasikan. Penyesuaian secara berkala juga jadi bagian dari tahapan ini agar tetap sejalan dengan kebutuhan yang berubah. 

Kelebihan Waterfall Method

Dengan banyaknya industri yang memanfaatkan model waterfall, apa sajakah yang bisa kita dapatkan dari metode ini? Ini dia jawabannya.

1. Memiliki Kejelasan Alur Kerja

Menerapkan model waterfall ke dalam manajemen proyek akan membantu alur kerja sistem yang lebih jelas. Setiap tugas akan diberikan kepada masing-masing tim secara terukur sesuai dengan keahlian.

2. Kemudahan Pelacakan Dokumentasi

Dokumentasi yang dibuat dalam setiap tahapan model waterfall akan memudahkan kita dalam melakukan pelacakan ulang. Hal ini akan sangat bermanfaat ketika ada kesalahan yang harus diperbaiki sehingga dapat dilacak pada tahap mana kesalahan tersebut terjadi.

3. Pengelolaan Waktu yang Lebih Efektif

Berkat perencanaan yang matang dan terstruktur pada tahap awal, pengelolaan waktu akan jadi lebih efektif selama kita mengerjakan proyek. Bagi manajer proyek, ini juga akan sangat membantu dalam estimasi waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.

4. Hemat Biaya Operasional

Metode ini juga bisa menghemat biaya operasional lantaran prosesnya yang terstruktur. Revisi dan perubahan dapat diminimalisir sejak awal melalui perencanaan matang serta mengurangi campur tangan klien di tahap pengembangan.

Kekurangan Waterfall Method

Selain memiliki kelebihan, metode waterfall juga memiliki beberapa kekurangan dalam penerapannya, meliputi:

1. Kendala Bisa Menghambat Alur Kerja

Di satu sisi, struktur linier dari model waterfall memang menguntungkan, tetapi jika terjadi kendala di tengah proses, ini akan memengaruhi alur kerja secara keseluruhan. Bahkan, bisa menyebabkan mundurnya estimasi proyek selesai.

2. Butuh Waktu Lama

Mengingat pekerjaan dengan menggunakan metode ini dilakukan secara bertahap, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya pun cukup lama. Proyek tidak bisa dilanjutkan jika satu tahapan belum selesai sempurna.

3. Kurang Cocok untuk Proyek Rumit

Karena kurangnya fleksibilitas dari model waterfall, penerapannya kurang disarankan untuk pengerjaan proyek kompleks dan rumit. Sulit untuk beradaptasi dengan perubahan besar menggunakan metode ini sebab akan mengganggu jalannya proyek ke depannya.

Jenis metode ini dinilai lebih cocok untuk proyek yang memiliki kebutuhan jelas dan tidak banyak perubahan. Atau, pada lingkup yang stabil dengan perubahan yang tak terjadi secara tiba-tiba.

Capai Keberhasilan Proyek dengan Ikuti Pelatihan PasarTrainer

Waterfall method sebagai salah satu model manajemen proyek populer, memiliki sisi keunggulan dalam hal mengatur alur kerja. Namun, dibutuhkan kerja sama yang kuat dengan komunikasi terbuka untuk menghindari kesalahan yang bisa menghambat alur secara keseluruhan.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka memilih metode manajemen proyek yang sesuai sangatlah penting. Untuk itu, ikuti rangkaian Project Management Training dari PasarTrainer dan dapatkan pelatihan handal berbagai metode optimalkan hasil proyek. 

Daftar sekarang juga dan capai keberhasilan proyek bersama marketplace live training terbesar di Indonesia, PasarTrainer!


Referensi:

asana.com - Semua yang Anda perlu ketahui tentang manajemen proyek waterfall


accurate.id - Metode Waterfall, Salah Satu Metode Manajemen Proyek Paling Tua


lamsolusi.com - Mengenal Metode Waterfall dan Agile. Manakah Yang Lebih Cocok Untuk Manajemen Proyek di Perusahaan Anda?


www.tomps.id - Metode Waterfall – Panduan Lengkap Mengenai Definisi hingga Cara Kerja